Jumat, 16 Desember 2011

Pertarungan Melawan Agama Di Italia

PERTARUNGAN MELAWAN AGAMA DI ITALIA

 Negara lain yang jelas menampakkan aktivitas Masonik adalah Italia. 

Hingga tahun 1870, wilayah Italia diduduki oleh beberapa negara kecil sisa-sisa masa feodal. Salah satu yang terpenting adalah Negara Kepausan. Negara ini berpusat di Roma, diperintah oleh Paus, dan mengontrol sebagian besar Italia pusat. Mason di Italia didirikan sebagai perpanjangan dari Mason Prancis, dan mulai berpengaruh di Italia pada awal abad kesembilan belas. Mereka bermaksud menghancurkan Negara Kepausan dan menghapuskan otoritas Gereja di Italia secara keseluruhan. Menurut penulis buku berjudul The Roman Catholic Church and the Craft, Imam Freemason Alec Mellor: ” Di Italia, asal usul loge-loge luar biasa sebagian besar bersifat politis; mereka membingungkan Masonry dengan pertarungan melawan kekuasaan duniawi Paus.” 

Masonry mengawali pertarungannya melawan agama di Italia melalui masyarakat rahasia lain yang didirikan dan dikendalikannya. Masyarakat ini dikenal sebagai ” Carbonari.” 


Sebuah terbitan Masonry Italia.
Masyarakat ini, yang pertama kali terdengar di Naples pada awal abad kesembilan belas, mengambil namanya dari para pembakar arang. Sebagaimana para Mason memakai lambang pembangun dinding dan mengekspresikan pemikiran mereka dengan simbol-simbol, maka Carbonari mengambil lambang dari para pembakar arang. Namun, masyarakat tersebut punya tujuan-tujuan tersembunyi. Anggota-anggota masyarakat tersebut berupaya mengawali sebuah program politik, pertama di Italia, dan kemudian di Prancis, untuk menghancurkan pengaruh Gereja, membangun sebuah pemerintahan baru dan menyekulerkan semua lembaga sosial. 

Koneksi antara Masonry dan Carbonari begitu nyata. Kaum Mason secara otomatis menjadi anggota masyarakat Carbonari; bahkan, sejak saat memasuki masyarakat itu mereka meraih derajat imam. (Sementara, anggota-anggota Carbonari lainnya harus melewati proses kenaikan yang panjang sebelum mencapai derajat ini). Dua kardinal bernama Consalvi dan Pacca mengeluarkan sebuah maklumat pada tanggal 15 Agustus 1814 yang menuduh kaum Mason dan Carbonari diorganisir untuk campur tangan sosiopolitik dan penggalangan permusuhan terhadap agama. 

Tuduhan ini terbukti karena anggota-anggota Carbonari telah mengorganisir tipu muslihat politis dan pemberontakan bersenjata. Pemberontakan bersenjata yang berlangsung di Macerata pada 25 Juni 1817 diorganisir oleh Carbonari, namun diberangus oleh aparat keamanan Negara Kepausan. Pada tahun 1820, di Spanyol dan Naples, dan pada tahun 1821 di Piedmont, pemberontakan revolusioner diorganisir oleh Carbonari terhadap Gereja dan ketenteraman publik. 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Carbonari didirikan oleh kaum Mason yang terlibat bersama mereka dalam kegiatan-kegiatan revolusioner. Seusai Revolusi Juli di Prancis pada tahun 1930, organisasi tersebut kehilangan pengaruhnya dan secara bertahap menghilang. Di Italia, Carbonari bersatu dengan gerakan ”Italia Muda” yang didirikan oleh Guiseppe Mazzini. 


Guiseppe Mazzini dan Count di Cavour: dua Imam Mason yang mengakhiri Negara Kepausan.


Propaganda Masonik yang menggambarkan Garibaldi sebagai seorang pahlawan besar.
 
Mazzini, seorang ateis tersohor, selama bertahun-tahun telah bertarung melawan Negara Kepausan dan Gereja dan pada akhirnya menjadi seorang Mason ranking atas yang akan menjadi pendiri Persatuan Italia. Dengan dukungan dua orang Mason terkemuka lain, Guiseppe Garibaldi dan Count di Cavour, ia mendirikan Persatuan Italia pada tahun 1870, serta menggariskan perbatasan Negara Kepausan di belakang batas-batasnya yang telah ada. Setelahnya, Italia memasuki sebuah proses yang membuatnya kian menjauh dari agama, dan mempersiapkan pondasi bagi kediktatoran fasis Mussolini di tahun 1920-an. 

Singkatnya, dapat kita katakan bahwa Mazzini, Garibaldi, dan Cavour merupakan tiga pemimpin terkemuka yang meakukan fungsi penting dalam pertarungan melawan agama di Eropa. Mazzini bukan saja sekadar pemimpin politik dalam pertarungan melawan agama, ia juga memegang peranan sebagai ideolog. Slogannya ”setiap bangsa sebuah negara” adalah percikan yang memicu pemberontakan kaum minoritas, yang menjadi penyebab keruntuhan kekaisaran-kekaisaran multietnis, seperti Austo-Hungaria dan Kesultanan Utsmani. Slogan Mazzini ini menjauhkan orang dari rasa persaudaraan keagamaan mereka; merupakan sebuah seruan yang mendorong mereka ke dalam konflik etnik antar sesamanya dan menginspirasikan mereka dengan ” kesombongan jahiliyah.” (QS. Al Fath, 48: 26) 

Fakta bahwa seruan ini datang dari kaum Mason, tepatnya, para Mason ranking atas, tentu saja sangat signifikan. Menurut informasi dari publikasi loge 10.000 Freemason Terkenal, Mazzini tumbuh di dalam loge Masonik, dan bertahun-tahun kemudian, pada 1867, terpilih sebagai Imam Mason Timur Raya Italia. Pada tahun 1949, pada sebuah upacara untuk menandai pembukaan selubung patung Mazzini di Roma, 3.000 orang Mason dengan penuh terima kasih mengenang Imam Besar mereka. Garibaldi, tangan kanan Mazzini, mencapai tingkat ke-33 Dewan Tertinggi Italia di tahun 1863, dan di tahun 1864 terpilih sebagai Imam Mason Italia. Untuk mengenang Imam Mason ini, sebuah loge dinamai Garibaldi, yang diberikan kepada ”lembah” New York dengan nomor 542. 

Sumber: harunyahya.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons